BAB IV POTONGAN DAN DETAIL BANGUNAN

BAB IV
POTONGAN DAN DETAIL BANGUNAN

Potongan

· Potongan adalah gambar yang digunakan untuk mengetahui seluruh bagian bangunan pada suatu garis pandang tertentu.

· Garis potong pada suatu potongan dipilih pada bagian-bagian yang sulit (memerlukan penjelasan yang lebih detail). Dari potongan, kita dapat mengetahui struktur pondasi, tembok, (balok/kolom), konstruksi atap sebuah bangunan dari satu sudut pandang tertentu.

· Agar dapat memberikan penjelasan yang jelas, potongan harus dilengkapi dengan keterangan, dimensi dan menggunakan simbol-simbol yang mengikuti kaedah penggambaran bangunan.

Contoh potongan dapat dilihat pada gambar berikut ini.

Potongan B-B

Kenampakan bagian bawah & atas dari suatu potongan tergantung dari letak garis potong yang diberikan. Dalam pelaksanaannya di lapangan, gambar bangunan dapat lebih diperjelas lagi dengan gambar yang lebih detail (sub drawing).

Contoh Sub Drawing:

B. Sambungan Kayu & Hubungan Kayu

  1. Pengertian Sambungan dan Hubungan Kayu

Sambungan kayu adalah 2 batang kayu atau lebih yang disambung-sambung sehingga menjadi satu buah kayu panjang, baik mendatar ataupun tegak, dalam satu bidang (2 dimensi)

Hubungan kayu adalah 2 batang kayu atau lebih yang dihubung- hubungkan menjadi satu konstruksi dalam 1 bidang berdimensi 2 atau berdimensi 3.

2. Sambungan Kayu

Macam-macam sambungan kayu:

  • Sambungan bibir lurus

  • · Sambungan kait lurus

  • · Sambungan bibir miring

  • · Sambungan kait miring

  • · Sambungan memanjang kunci sesisi dan kunci jepit

  • · Sambungan tegak lurus

    1. Sambungan bibir lurus

    1. Merupakan jenis sambungan yang paling sederhana, kekuatan sambungan lemah karena masing-masing ditakik separo, sehingga digunakan untuk batang yang seluruh permukaannya tertahan (contoh balok tembok/murplat). Sambungan diperkuat dengan paku atau baut.


b. Sambungan kait lurus

Jenis sambungan ini digunakan apabila ada gaya tarik yang timbul pada batang, dan seluruh permukaan batang tertahan. Sambungan diperkuat dengan paku atau baut.



c. Sambungan lurus miring

Sambungan ini digunakan untuk menyambung gording yang dipikul oleh kuda-kuda. Letak didekatkan kuda-kuda, bukan bibir penutup.



d. Sambungan kait miring

Hampir sama dengan bibir miring, sambungan digunakan jika gaya tarik bekerja pada batang.



e. Sambungan memanjang kunci sesisi

· Jenis sambungan ini digunakan untuk konstruksi kuda-kuda baik balok tarik maupun kaki kuda-kuda, karena menghasilkan kekuatan tarik maupun desak yang baik.

· Letak pengunci pada balok tarik berada diatas, sedangkan pada pada kaki kuda-kuda berada di atas.

· Pengunci akan menyebabkan momen sekunder pada sambungan, oleh karena tidak diperkenankan menggunakan sambungan miring.



f. Sambungan memanjang kunci jepit

Sambungan kunci jepit dapat menetralisir momen sekunder yang terjadi pada sambungan kunci sesisi. Kekuatan yang dihasilkan lebih baik, namun kurang tepat digunakan untuk kuda-kuda.


g. Sambungan memanjang tegak lurus

Digunakan untuk tiang-tiang tinggi, yang dimensinya sulit didapatkan di pasaran.


Hubungan Kayu

Macam-macam hubungan kayu:

  • · Hubungan penyiku

  • · Hubungan kayu silang/lintang

  • · Hubungan pen lobang

  • · Hubungan kayu serong

Hubungan penyiku



Hubungan silang dan lintang

Hubungan silang, digunakan untuk menghubungkan kayu yang saling silang (vertikal dan horisontal). Sambungan lintang digunakan untuk pemasangan bubungan/nok.


Hubungan Pen Lobang

Hubungan Pen lobang, digunakan untuk hubungan ambang atas dengan tiang daun pintu.


Hubungan Serong

Hubungan serong, digunakan untuk hubungan antara kaki kuda-kuda dengan balok tarik.


Ikatan Bata

  1. · Bata adalah batu buatan yang terbuat dari tanah liat yang dicetak berukuran 5 x 11 x 23 cm, dijemur kemudian dibakar.

  2. · Dalam pemasangannya, lapisan-lapisan susunan bata dihubungkan dengan campuran pasir dengan semen (mortar) yang dinamakan dengan “siar”. Tebal siar ± 8 – 1 cm.

  3. · Dalam pelaksanaannya di lapangan, bata tidak harus dipasang utuh, tetapi dapat dipotong-potong sesuai yang diharapkan.

  4. · Pada pemasangan lapisan bata, siar lintang (vertikal) tidak boleh terletak satu garis dari atas ke bawah.

  5. · Ikatan bata yang sering digunakan di lapangan adalah ikatan bata ½ bata, dapat dilihat pada gambar berikut:

Ikatan bata ½ bata
























7 comments

berguna banget nih buat tugas gue . walaupun gue anak arsitektur , kudu belajar ginian juga ternyata :) thanks

iya brguna bgt,,, gw jg arsitektur, dan yg bginian trnyata wajib d tw jg,,, mkasih yg udh ngepost,,,

Thankssss a lottt

k bgt nh ilmu yng gw cri utk persiapan kuliah di program tknik spil walupn gw msh kuliah di bdang lain

Terimakasih, sangat berguna,

Saya belum memahami potongan AA maupun BB pada rumah, juga apa saja yang jadi detail di potongan-potongan itu,

oke gan.
mampir di jasadesainrumah001.blogspot.com